
Bogor, (9/7) – Politeknik AKA Bogor dan Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Jakarta resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di BSPJI Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Politeknik AKA Bogor, Prof. Dr. Askal Maimulyanti, M.Si., bersama Kepala BSPJI Jakarta, Fatullah, S.T., M.Sc.
Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara institusi pendidikan vokasi dengan unit pelayanan teknis di bawah Kementerian Perindustrian dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing industri nasional.
Ruang lingkup kerja sama meliputi sharing knowledge, pertukaran tenaga ahli, penyelenggaraan jasa pelatihan, pemanfaatan laboratorium pengujian, layanan sertifikasi halal, serta fasilitasi kerja sama dengan mitra industri. Melalui kolaborasi ini, kedua belah pihak akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, kompetensi, dan fasilitas yang dimiliki untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan kepada dunia usaha dan dunia industri.
Dalam pelaksanaannya, Politeknik AKA Bogor dan BSPJI Jakarta akan saling berkolaborasi dalam menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan industri, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kapasitas dosen dan tenaga ahli, hingga penyediaan layanan pengujian laboratorium dan sertifikasi yang sesuai dengan standar industri.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi terwujudnya kolaborasi berkelanjutan antara Politeknik AKA Bogor dan BSPJI Jakarta. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi, meningkatkan kualitas pendidikan vokasi berbasis industri, serta memperluas akses kerja sama dengan mitra industri sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor industri Indonesia.
Melalui kemitraan ini, Politeknik AKA Bogor menegaskan komitmennya untuk terus membangun jejaring strategis dengan berbagai pemangku kepentingan dalam rangka mencetak sumber daya manusia industri yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri di masa depan.

