Skip to main content
Berita

Perkuat Implementasi Mutu Pendidikan, Politeknik AKA Bogor Adakan Pelatihan Awareness ISO 21001:2018

By May 11, 2026No Comments

Bogor, (8/5) Dalam upaya meningkatkan pemahaman serta kesiapan implementasi sistem manajemen pendidikan yang terstandar, Politeknik AKA Bogor melaksanakan kegiatan Pelatihan Awareness SNI ISO 21001:2018 yang diikuti oleh para pegawai Politeknik AKA Bogor pada tanggal 6โ€“7 Mei 2026 bertempat di Gedung A Lantai 3. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendukung penerapan Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan berdasarkan SNI ISO 21001:2018. Standar ini merupakan pedoman internasional yang dirancang khusus untuk organisasi pendidikan dalam meningkatkan kualitas layanan, efektivitas tata kelola, serta kepuasan para pemangku kepentingan melalui sistem manajemen yang terstruktur, efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Pelatihan awareness ini memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar, manfaat, hingga persyaratan penerapan SNI ISO 21001:2018. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman terkait pentingnya budaya mutu dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan layanan institusi secara menyeluruh.

Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan sambutan dari Direktur Politeknik AKA Bogor yang menyampaikan pentingnya kesiapan seluruh pegawai dalam mendukung implementasi sistem manajemen organisasi pendidikan berbasis standar mutu. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pretest yang bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta terkait materi pelatihan yang akan diberikan. Pretest ini menjadi salah satu indikator dalam melihat perkembangan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Materi pada hari pertama disampaikan oleh Paulus Rian Gautama. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan SNI ISO 21001:2018 Klausul 4 dan 5 yang membahas konteks organisasi serta kepemimpinan dalam implementasi sistem manajemen pendidikan. Materi dilanjutkan dengan pembahasan Klausul 6 dan 7 mengenai perencanaan, dukungan, kompetensi, kesadaran, komunikasi, serta pengelolaan informasi terdokumentasi dalam organisasi pendidikan. Tidak hanya penyampaian teori, peserta juga mengikuti sesi Gap Analysis Klausul 4โ€“7 guna mengidentifikasi kesesuaian kondisi organisasi dengan persyaratan standar yang diterapkan. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami berbagai aspek yang perlu dipersiapkan maupun ditingkatkan dalam implementasi SNI ISO 21001:2018 di lingkungan institusi.

Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Wiranti. Materi yang disampaikan meliputi Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan SNI ISO 21001:2018 Klausul 8 mengenai operasional, Klausul 9 terkait evaluasi kinerja, serta Klausul 10 tentang peningkatan berkelanjutan dalam sistem manajemen organisasi pendidikan. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi Gap Analysis Klausul 8โ€“10 yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai implementasi operasional, evaluasi, hingga langkah perbaikan berkelanjutan yang perlu diterapkan oleh institusi pendidikan agar selaras dengan standar SNI ISO 21001:2018.

Setelah seluruh materi selesai disampaikan, peserta diarahkan untuk mengikuti post test sebagai evaluasi akhir guna mengetahui peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan selama dua hari. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mendukung proses implementasi sistem manajemen organisasi pendidikan di lingkungan Politeknik AKA Bogor.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan penyerahan plakat kepada para narasumber dan pihak pelatih sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan selama kegiatan berlangsung. Acara kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia pelaksana. Melalui pelaksanaan Pelatihan Awareness SNI ISO 21001:2018 ini, Politeknik AKA Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu pendidikan yang unggul, profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.