Skip to main content
Berita

Santunan & Tali Kasih DWP Politeknik AKA Bogor bersama DWP BPSDMI Kemenperin: Menebar Kepedulian Menguatkan Silaturahmi

By February 20, 2026No Comments

Bogor, (20/2) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik AKA Bogor menggelar kegiatan Santunan & Tali Kasih pada Jumat (20/2/2026) di Gedung A Lantai 3. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial menjelang bulan suci Ramadan.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik AKA Bogor, dilanjutkan sambutan dari Pembantu Direktur III (Pudir 3) serta Ketua DWP Politeknik AKA Bogor. Dalam sambutannya, para pimpinan menegaskan pentingnya menjaga solidaritas, empati, dan kebersamaan di lingkungan kampus, khususnya melalui program-program sosial yang berkelanjutan.
Kegiatan semakin khidmat dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Samsam Nurhidayat. Dalam tausiyahnya, ia memaparkan hasil survei terkait motivasi seseorang dalam bekerja. Ia menjelaskan bahwa motivasi bekerja terbagi dalam beberapa tingkatan, mulai dari sekadar mencari materi, mengejar karier, hingga bekerja sebagai panggilan jiwa. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan, sekitar 60 persen pekerja di dunia bekerja bukan karena panggilan jiwa, melainkan faktor lain, sehingga rentan mengalami stres.
Ia menekankan bahwa aktivitas di bulan Ramadan seharusnya tidak dipandang sebagai beban, melainkan sebagai kenikmatan. Kenikmatan tersebut lahir ketika setiap amal dilakukan sebagai panggilan jiwa, bukan keterpaksaan.
Mengutip Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 125, Ustaz Samsam menjelaskan bahwa Allah melapangkan dada orang-orang yang diberi petunjuk kepada Islam. Makna ayat tersebut menunjukkan bahwa hati orang beriman akan terasa lapang dan mudah menerima kebenaran, sedangkan hati yang jauh dari iman terasa sempit dan berat dalam menjalankan kebaikan.
Lebih lanjut, ia memaparkan empat amalan utama yang dapat dioptimalkan selama Ramadan. Pertama, ibadah sosial berupa sedekah. Ia menegaskan bahwa sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan besar, dan seseorang belum mencapai derajat kebaikan sempurna hingga ia menginfakkan harta yang dicintainya. Sedekah dapat dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat.
Kedua, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Menurutnya, hati yang bersih tidak akan pernah merasa cukup dengan bacaan Al-Qur’an. Semakin dipelajari, Al-Qur’an semakin mencerdaskan dan tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern, yang dikenal dalam kajian sebagai tafsir ilmi. Ia mencontohkan kesesuaian antara konsep teori Big Bang dengan firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 30, serta penjelasan dalam Surah Al-Qiyamah ayat 4–5 tentang detail penciptaan manusia hingga ke ujung jari, yang relevan dengan identitas sidik jari yang baru dikenal manusia berabad-abad kemudian.
Ketiga, melaksanakan sholat malam. Ia menjelaskan bahwa pada masa Rasulullah, sholat malam dilakukan dengan bacaan yang panjang dan khusyuk, diselingi waktu istirahat yang disebut tarwihah. Tarawih bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum menikmati kedekatan spiritual dengan Allah.
Keempat, memperbanyak doa. Ia menyebutkan bahwa doa yang tidak tertolak antara lain doa orang tua untuk anaknya, doa musafir, dan doa orang yang sedang berpuasa. Namun, agar doa dikabulkan, seseorang tidak boleh tergesa-gesa atau berprasangka buruk kepada Allah.
Sebagai penutup, Ustaz Samsam mengingatkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara konsisten, meskipun sedikit. Kegiatan Santunan & Tali Kasih ini kemudian ditutup dengan doa bersama, menandai harapan agar semangat kepedulian dan kebersamaan terus terjaga di lingkungan Politeknik AKA Bogor.
Kemudian acara dilanjutkan dengan santunan dan tali kasih yang diberikan kepada petugas kebersihan dan Security dilingkungan Politeknik AKA Bogor yang disaksikan juga oleh DWP BPSDMI secara serentak melalui zoom