
Bogor, (9/2) – Politeknik AKA Bogor menggelar Entry Meeting Audit bersama Inspektorat Jenderal I Kementerian Perindustrian sebagai pembuka rangkaian kegiatan audit kinerja yang dilaksanakan pada 9–13 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pendidikan vokasi, tata kelola organisasi, serta efektivitas program pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Politeknik AKA Bogor.
Kegiatan entry meeting yang berlangsung di kampus Politeknik AKA Bogor tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Politeknik AKA Bogor, Tim Auditor Inspektorat Jenderal I Kementerian Perindustrian, serta perwakilan unit kerja di lingkungan Politeknik AKA Bogor.
Direktur Politeknik AKA Bogor, Prof. Dr. Askal Maimulyanti, M.Si., dalam sambutannya memaparkan profil institusi dan menegaskan posisi strategis Politeknik AKA Bogor sebagai penyelenggara pendidikan vokasi unggulan di bidang kimia industri. Ia menjelaskan bahwa sistem uji kompetensi menjadi instrumen utama dalam menjamin mutu lulusan, sejalan dengan kebutuhan dunia industri. Selain itu, berbagai unit kegiatan mahasiswa juga terus dikembangkan sebagai wahana pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan kompetensi nonakademik mahasiswa.
Selanjutnya, Inspektur I Inspektorat Jenderal Kementerian Perindustrian, Dewi Setiawati, ST, M.SE., menyampaikan arahan terkait fokus audit dan menekankan sejumlah titik krisis kepatuhan yang perlu mendapat perhatian serius. Aspek tersebut meliputi pengadaan barang dan jasa, tata kelola organisasi dan Sistem Penjaminan Mutu (SPM), pengelolaan sumber daya manusia, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta pelaksanaan pendidikan secara keseluruhan.
Dalam arahannya, Inspektur I juga menguraikan identifikasi risiko strategis, dengan risiko utama yang mencakup peningkatan kualitas uji kompetensi, sertifikasi pengajar, penguatan kolaborasi lintas unit kerja dan instansi, serta perlunya pembenahan kebijakan teknis guna mendukung peningkatan kinerja institusi.
Pemaparan teknis pelaksanaan audit kemudian disampaikan oleh Ketua Tim Auditor, yang menjelaskan dasar penugasan, tujuan audit, metodologi yang digunakan, serta indikator penilaian kinerja. Metodologi audit mengadopsi pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memastikan proses penilaian dilakukan secara sistematis, terukur, dan berbasis prioritas risiko.
Penyempurnaan metodologi audit turut disampaikan oleh auditor lainnya, yang menekankan pentingnya ketajaman instrumen evaluasi, konsistensi indikator penilaian, serta keterpaduan antara hasil audit dan rekomendasi perbaikan berkelanjutan.
Sebagai wujud komitmen terhadap integritas dan transparansi pelaksanaan audit, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh Direktur Politeknik AKA Bogor bersama Inspektorat Jenderal I Kementerian Perindustrian.
Kegiatan entry meeting ditutup dengan doa bersama, menandai dimulainya rangkaian Audit Kinerja Tahun Anggaran 2025 yang diharapkan mampu memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan kualitas layanan pendidikan vokasi, serta mendorong sinergi strategis antara Politeknik AKA Bogor dan BPSDMI Kementerian Perindustrian.

