Implementasi Alat Pendeteksi Bahan Tambahan Pangan Berbahaya Berbasis Teknologi 4.0 di IKM Sabian kuliner

Autor(s): Fitria Puspita, Anton Restu Prihadi, Askal Maimulyanti, Erna Styani, Ahmad Dzaky Mualim, Fajar Amelia Rachmawati Putri
DOI: 10.55075/jpm-aka.v5i2.292

Sari

Penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti boraks dan nitrit oleh Industri Kecil Menengah (IKM) masih menjadi masalah serius yang mengancam keamanan pangan dan kesehatan konsumen. Keterbatasan akses terhadap metode deteksi laboratorium yang kompleks dan mahal menjadi salah satu kendala bagi IKM dalam melakukan kontrol kualitas bahan baku. Penelitian dan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan alat deteksi bahan tambahan pangan berbahaya yang praktis, cepat, dan berbasis teknologi Industri 4.0 bagi pelaku IKM. Prinsip deteksi boraks didasarkan pada reaksi perubahan warna antara kurkumin dari ekstrak kunyit dengan boraks, yang intensitas warnanya diukur secara kuantitatif oleh sensor. Kegiatan ini diimplementasikan pada IKM Sabian Kuliner melalui pelatihan penggunaan alat untuk menguji bahan baku seperti ikan tongkol dan cumi asin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat deteksi ini berhasil diterapkan dan dapat digunakan secara efektif oleh IKM untuk melakukan skrining mandiri terhadap kandungan boraks pada bahan baku. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan IKM dapat secara konsisten menjaga kualitas dan keamanan produknya, sehingga melindungi konsumen dan mencegah kendala produksi akibat bahan baku yang tidak memenuhi syarat.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.